Batasi Keterlibatan Senior untuk Cegah Bullying

Posted: 20 Mei 2013 in Uncategorized
Tag:, , , ,
Ilustrasi aksi bullying [google] Ilustrasi aksi bullying [google]

[JAKARTA] Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, untuk mencegah kasus bullying di sekolah terjadi terus menerus, para kepala sekolah diminta untuk berani mengambil sikap. Salah satunya dengan membatasi keterlibatan siswa kelas XI dan XII dalam kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS), terutama jika kegiatan tersebut menyebabkan situasi negatif.

“Pada dasarnya kegiatan MOS ini adalah tanggungjawab sekolah masing-masing. Karenanya para kepala sekolah harus bisa menjaga situasi sekolahnya kondusif,” kata Taufik Yudi Mulyanto, di Jakarta baru-baru ini.

Penerapan aturan ini sudah dilakukan SMKN 51 Jakarta Timur. Di sekolah yang berlokasi di Bambu Apus ini, sejak beberapa tahun lalu siswa senior sudah tidak diperkenankan dan diberikan ruang gerak untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah terutama dalam MOS.

Selain itu, para siswa senior juga tidak dibolehkan memberikan indoktrinasi yang sifatnya merugikan siswa. Menurut Kepala Sekolah SMKN 51, Sudiono dengan dibatasinya ruang bagi alumni dan senior, maka  bullying tidak akan terjadi.

Interaksi antara senior atau alumni dan siswa baru hanya dilakukan untuk membantu adik-adik kelasnya dalam mencari lapangan kerja. “Sehingga sifatnya positif,” kata Sudiono.

Selain pembatasan ruang gerak senior, pihak sekolah memberikan rangsangan bagi siswa yang berprestasi dengan beasiswa. Untuk siswa yang berprestasi di tingkat nasional misalnya. Mendapatkan beasiswa dengan gratis SPP selama 12 bulan.

Sementara untuk siswa yang berprestasi tingkat provinsi, kotamadya, dan sekolah berturut-turut mendapat gratis SPP selama 6 bulan, tiga bulan, dan satu bulan. SPP.

Dikatakan, melalui rangsangan dengan beasiswa ini, tercatat pada tahun 2011, terdapat ada 34 siswa yang mendapatkan beasiswa karena berprestasi. Kepala bidang Pendidikan SMK Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Rita Aryani mengatakan, selain anggota OSIS sekolah besangkutan, siswa senior memang dilarang terlibat dalam kegiatan MOS.

Para anggota OSIS yang menjadi panitia MOS pun harus berada dalam bimbingan guru. Selain itu, pihak sekolah harus menerapkan sistem piket secara bergantian pada guru-guru di sekolah, untuk mengawasi kegiatan siswa, mulai di lingkungan kelas, sekolah hingga luar pagar sekolah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s