Pendaftaran Sekolah di Jakarta Pakai Sistem Zona

Posted: 13 Juni 2013 in Uncategorized
Pendaftaran Sekolah di Jakarta Pakai Sistem Zona

Petugas memasukkan data calon siswa baru SMA secara online saat pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di Jakarta.

 

 

 

 

TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai tahun ajaran 2013/2014 menerapkan sistem pendaftaran peserta didik tingkat SD-SMA dengan zonasi. Kepala Dinas Pendidikan Taufik Yudi Mulyanto mengatakan salah satu tujuannya untuk menata persebaran sekolah.

“Selain itu agar penerimaan lebih terbuka dan obyektif,” kata Taufik di Balai Kota pada Sabtu, 8 Juni 2013. Sebab, dalam sistem zonasi ini, semua pendaftaran terhubung dengan sistem dalam jaringan (daring).

Taufik menjelaskan, sistem zonasi ini dibagi menjadi tiga tingkatan sesuai dengan jenjang pendidikan. Untuk sekolah dasar cakupannya kelurahan. Pada tingkat sekolah menengah pertama, luasannya se-kelurahan. Sedangkan di sekolah menengah atas, wilayahnya adalah rayon, terdiri dari dua atau tiga kecamatan.

Teknisnya seperti ini. Tiap sekolah wajib mengalokasikan kuota 45 persen untuk zonasi ini. Misal, SMP di Kecamatan Palmerah, maka sekolah ini wajib memberi 45 persen dari kuota sekolah khusus untuk warga di kawasan tersebut.

Pun dengan SMA. Misalkan ada di kawasan Tebet, maka dia harus menyediakan 45 persen untuk kecamatan yang ada di sekitarnya. Dengan demikian, untuk bersekolah, seseorang mempertimbangkan lokasi mereka tinggal.

Taufik mengatakan cara semacam ini bisa juga merapikan sistem kependudukan. “Misal alamat sesuai kartu tanda penduduk orang tua siswa di Palmerah,” kata Taufik memberi contoh. Tapi siswa ini mendaftar di sekolah yang ada di Kecamatan Senen karena mereka tinggal di sana. Otomatis sistem akan membaca dan si siswa akan diblok. Jadi pendaftaran harus sesuai identitas di kartu tanda penduduk.

Untuk mendukung program ini, sistem pendaftaran dikuatkan oleh daring. Dengan demikian, orang tua siswa bisa mendaftar dari rumah dan tidak perlu membawa berkas lagi. Bahkan pergerakan nilai batas akhir tiap sekolah bisa dipantau langsung tiap waktu.

Pendaftaran sistem zona ini akan dibuka pada 1-3 Juli mendatang. Sebelum pendaftaran sistem zona dibuka, ada mekanisme provinsi, yaitu pada 18-21 Juni.

Taufik menerangkan, sistem penerimaan secara keseluruhan terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama untuk provinsi dengan kuota 45 persen, sama seperti zonasi.

Untuk tahap pertama, siswa boleh mendaftar lintas wilayah. “Jadi, kalau dia mau daftar SD di Jakarta Barat dan tinggal di Jakarta Utara, itu sah,” katanya.

Tahap pertama terdiri dari pra-pendaftaran yaitu pada 18-21 Juni, kemudian verifikasi 19-21 Juni, dan pendaftaran 22-25 Juni. Adapun pengumuman pada 26 Juni. Bagi yang diterima harus daftar ulang tanggal 27 Juni.

“Bagi yang tidak diterima di tahap pertama, bisa ikut kedua dengan sistem zona,” ujarnya. Pra-pendaftaran sistem ini dibuka 1-3 Juli. Kemudian verifikasi pada 4-5 Juli.

Pendaftaran resmi dibuka 6-9 Juli. Untuk pengumuman 10 Juli. Adapun daftar ulang dibuka pada 11 Juli.

“Sedangkan sisa kuota 5 persen untuk siswa lintas wilayah seperti Tangerang,” kata Taufik. Kemudian 5 persen lagi untuk siswa berprestasi.

Dengan sistem pendaftaran ini, Taufik meminta agar orang tua harus jeli menyusun strategi. Mereka juga jangan sampai salah dalam memasukkan data. Sebab, setelah verifikasi, data sudah dikunci.

Komentar
  1. saiman mengatakan:

    bagaimana cara mendaftarke smk 51 ini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s